Senin, 18 Februari 2019

Cerpen-Pertemuanku Dengan Masa Lalu

Vita, itulah nama panggilanku. Sekarang aku duduk dibangku kelas tiga SMA. Aku tidak mempunyai banyak cerita menarik seperti di novel-novel ataupun film-film romantis. Namun setidaknya aku mempunyai kisah nyata tentang begitu pastinya ketentuan Allah.

Sudah lebih dari dua tahun aku dengannya tidak bertegur sapa, bukan karena aku dendam ataupun karena aku menyimpan kebencian. Aku hanya ingin menetralkan agar rasa didalam hatiku ini tidak terus larut dan membuncah. Ya kepada dia masa laluku.

Perjumpaan dengannya yang tidak pernah aku pikirkan dan tidak pernah aku sangka dalam hidupku. Aku bahkan sedikitpun tidak pernah berkhayal tentang dia. Namun pada kenyataannya aku dan dia berhasil untuk saling menjaga hati selama kurang lebih dua tahun lamanya. Ya dia jelas lebih tua dari aku, dia adalah kakak kelas lebih tua dua tahun dari aku. Sekarang dia sedang menempuh pendidikan semester ke-4 di salah satu universitas swasta.

Setelah aku dan dia memutuskan untuk tidak lagi saling menjaga hati karena satu dan lain hal, akhirnya kita memutuskan untuk terus memperbaiki diri masing-masing. Hingga sempat aku dipertemukan dengan oranglain yang sempat juga membuatku nyaman, tapi jujur dari dalam hati itu hanya sebatas nyaman karena aku membutuhkan seorang laki-laki untuk menjadi tempatku mencurahkan ribuan kata masa laluku. Itulah kenyataannya, kedekatan kita tidak sebagai seorang pasangan kekasih, aku dan oranglain tersebut hanyalah lawan bertukar cerita. Namun pada faktanya anggapan dia masa laluku itu berbeda. Dia menyimpulkan bahwa aku dengan oranglain tersebut adalah dua orang yang ada di posisi seperti dia dan aku di masa lalu.

Khadijah RA. berkata bahwa "Jika kita mencintai seseorang kita hanya bisa untuk mengungkapkan terang-terangan atau memutuskan untuk memendam" dan yang aku pilih adalah memendam. Dia masa laluku tidak tahu bahwa apapun yang aku lalui bersama oranglain tidak bisa sama dengan dia di masa laluku. Dia mungkin berpikir bahwa aku telah benar-benar melupakannya. Nyatanya, semua yang aku rasakan kepada oranglain tidak bisa sama seperti yang aku rasakan kepada masa laluku itu. Rasa nyamanku kepada oranglain tersebut tidak bisa lepas dari semua bayangan kenanganku dengan masa laluku.

Hingga suatu hari Allah menakdirkan aku dengan masa laluku untuk bertemu, dengan cara yang sangat indah pastinya. Dari situlah aku dengan masa laluku sedikit banyaknya mulai kondusif lagi berkomunikasi. Meskipun aku takut, bahwa usahaku selama ini untuk menetralkan rasa itu akan sia-sia. Tapi nyatanya aku tidak bisa melawan rasa ingin membalas pesan-pesan darinya itu.

Lambat laun akhirnya aku mulai penasaran dengan apa yang sebenarnya dia rasakan, pastinya tentang aku. Memberanikan diri lah akhirnya, aku memulai ceritaku kepada salah satu keluarganya yang memang pada saat yang sama juga bertemu denganku pada waktu aku bertemu dengan masa laluku itu. Banyak sekali pembahasan disana hingga tertera tulisan pesan "Dia masih sayang dan menyimpan rasa buat kamu". Betapa Maha baiknya Allah mengatur rencana, selama ini aku berusaha menjaga hati untuk berbenah diri dengan tidak ada sedikitpun niat untuk berpaling darinya dengan cara apapun termasuk memulai hubungan dengan yang lain ternyata tidak sia-sia. Ternyata apa yang selama ini aku jaga, dia juga menjaganya. Meskipun aku belum mendengar pernyataan itu darinya langsung.

Bahkan setelah beberapa tahun ini tidak ada komunikasi sama sekali, bertemu pun tidak apalagi untuk saling bertukar kata, ternyata rasa itu masih tersimpan dengan baik. Dan ternyata disini bukan hanya aku yang "merasa" tetapi masa lalu ku pun demikian.

Dari situ aku sadar, bahwa ketika aku menjaga seluruh hatiku dengan niat baik, maka siapapun disana juga sedang berusaha menjaga hatinya dengan baik untukku. Namun disini Allah menyisipkan alur bahwa penjagaan itu jatuh kepada aku dan masa laluku. Untukmu masa laluku semoga apa yang selama ini aku dan kamu jaga bisa menjadi titik dimana kita menjadi lebih baik, bukan lagi dengan ikatan yang hanya satu atau dua tahun saja. Tetapi sampai menua bahkan berjalan bersama menuju Surga. Aamiin.

115 komentar:

  1. Uwuwuwuwu jodoh pasti cerminan dari diri kita ya teh😆 kereennnn tehhh semangatt teruss hehe 😉

    BalasHapus
  2. Bagus vitaaaa, teruskan berkarya ya! 😁👍

    BalasHapus
  3. 👍👍👍👍 bagus bagus vitt!!

    BalasHapus
  4. Keren teh terhura akuuuu hhaah teruskan teh smangat

    BalasHapus
  5. Bagus coba di tingkatin lg dalam bidang menulis kamu udah ada bakat d bidang nulis coba d pelajari lebih dalam lg siapa tau nanti kamu bisa merbitin buku

    BalasHapus
  6. Bagus coba di tingkatin lg dalam bidang menulis kamu udah ada bakat d bidang nulis coba d pelajari lebih dalam lg siapa tau nanti kamu bisa merbitin buku

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. setuju!!!! keep writing & inspiring others, Tabaraakallaah��

    BalasHapus
  9. Mantap vit, sukses terus nulisnya ya, anak anak papah emang pada hebat hebat

    BalasHapus
  10. Ini salah satu calon penulis.mantap

    BalasHapus
  11. Duhh ternyata ceritanya bucin yahh hihi

    BalasHapus
  12. Wahhh keren ceritanya 😊 tapi bucin heheh

    BalasHapus
  13. mengungkapkan atau memendam ��. Ditunggu karya selanjut nya oke;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo terang-terangan malu, jadi memendam.
      Tapi kalo lagi curhat di sepertiga malam mah jelas terang-terangan. Jadi gitu deh wkwk

      Hapus
  14. mengungkapkan atau memendam ��. Ditunggu karya selanjut nya oke;)

    BalasHapus
  15. Kayak ada baper-bapernya gitu :( mantap bgt pokoknya bu sekre yg satu ini (:

    BalasHapus
  16. Wiiiihhh keren tek, kembangin terus ya teh, semoga karya karya nya bisa lebih bagus dari ini, siapa tau bisa jadi kaya tere liye gitu hhh, semangat terus teteeeehh.����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha tere liye. Jadi diri sendiri aja wkwk.
      Aamiin minta doanya ya

      Hapus
  17. Saya cukup suka sama pesan yg disampaikan penulis

    BalasHapus
  18. Terenyuh... Takdir Allah itu memang yang terbaik❤

    BalasHapus
  19. Aihh pagi pagi udh baper;"(
    Memang ya scenario Allah yang paling sempurna😍
    semangat tth nulisnya♡♡ ayo bikin novel;" kayanya asa potensi lohh🙈 bagus💕💕

    BalasHapus
  20. Pagi-pagi harus semangat jangan baper😅 jangan lupa bersyukur🙏
    Aamiin minta do'anya ya🙏

    BalasHapus
  21. keren cerita nya tehvita...
    Baper bacaa nyaa masa :)
    lanjutkan karyanyaa

    BalasHapus
  22. Mantul vitaaaaa.
    Tulisan selanjutnya ditunggu ya💛💛💛

    BalasHapus
  23. Kayaknya kenal niih😂😂
    Baguss Viit💖

    BalasHapus
  24. Bagus banget vitt😍ceritanya ngena banget like like pokonya 😆😆

    BalasHapus
  25. Wah keren banget vita. Disini, kamu nyadarin pembaca bahwa renca Allah memang yang paling indah dan paling baik. Kamu bikin pembaca semangat untuk lebih dekat dengan yang maha segalanya, Allah SWT. Sukses terus vita 💛

    BalasHapus
  26. Cerita yang cukup menarik
    Good job

    BalasHapus
  27. weehh baper nihh 😢😢😢

    BalasHapus
  28. Udah kayak cerita wattpad dah. Bikin lagi ayookk wkwk

    BalasHapus
  29. Bagus Vit ceritanya cukup menarik dari awal sampe akhir di baca mantul lahh, semangat terus lah lanjutkan untuk berkarya

    BalasHapus
  30. Sensitif euy bahas masa lalu teh, but suka banget sih ini

    BalasHapus
  31. Waahh curhatan masa lalu yaa 😂 semangat vitaa

    BalasHapus
  32. Waduh jadi kebawa baper gini😢😂semangat vita

    BalasHapus
  33. Buatkan lah cerpen untuk tugas bahasa Indonesia ku teh, biar nilainya💯DAMN!

    BalasHapus
  34. Manteppp bangeet... Semangat teruss vitaa ��

    BalasHapus
  35. Nice😇 lanjutan karya berikutnya 💪

    BalasHapus
  36. Keren banget tulisannya���� Semoga bisa jadi penulis handal��

    BalasHapus
  37. Bagus banget tehh keren😍😍

    BalasHapus
  38. Ditunggu karya selanjutnya yaa. Semangat berkarya, jangan lupa terima setiap masukan dari pembaca

    BalasHapus
  39. Balasan
    1. Ada dibelakang. Tapi cukup jadi spion buat muhasabah hehe

      Hapus
  40. Cerpennya baguss! D tunggu krya sljtnya yaa..

    BalasHapus
  41. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  42. Dear Vita adikku,

    Maasyaa Allah tabaarakallaah. Sayang, tulisanmu bagus, kamu harus sering kembangin lagi gaya penulisan kamu supaya nemu yang pas. Ini udah bagus maasyaa Allah, aku bacanya nyaman sampai bawah :D

    Btw apakah ini kisah nyata? Wah wah ternyata yaaa Vita xixixi. Tetep jaga hatimu, Vita. Jadilah jomblo fii sabilillah yang berkualitas! Lanjutkan, keep up the good work!

    Regards,
    Adiva hihi

    BalasHapus
  43. Dear Tetanggaku, semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita, bukan yang terbaik menurut kita, ♥️ semangat Sayang... Next

    BalasHapus