Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan. Banyak agama memiliki narasi, simbol, dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan makna hidup atau menjelaskan asal usul kehidupan atau alam semesta. Dari keyakinan mereka tentang kosmos dan sifat manusia, orang memperoleh moralitas, etika, hukum agama atau gaya hidup yang disukai. Menurut beberapa perkiraan, ada sekitar 4.200 agama di dunia.
Agama adalah pedoman hidup dan menjadi tolok ukur yang mengatur tingkah laku penganutnya dalam kehidupan sehari-hari. Baik atau tidaknya tindakan seseorang tergantung pada seberapa taat dan seberapa dalam penghayatan terhadap agama yang diyakini. Agama berperan sangat penting dalam mengatur kehidupan manusia dan mengarahkannya kepada kebaikan bersama.
Untuk memperoleh pemahaman tentang peranan agama lebih jauh lagi, Abul Qosim Al-Khu'i, penulis buku Menuju Islam Rasional mengatakan, pada dasarnya kita membutuhkan agama dikarenakan agama mampu melestarikan hubungan yang baik dan harmonis antar manusia.
Diturunkannya agama kepada manusia mempunyai agenda menghidupkan moralitas dalam rangka mengatur kehidupan manusia. Agama amat mendukung nilai luhur yang menyeru kepada prinsip kebaikan, seperti keadilan, kejujuran, toleransi, dan tolong-menolong. Dalam proses kehidupan yang dijalani manusia, agama sangat mendukung untuk tindakan kebaikan. Artinya, agama tidak hanya memberikan nilai-nilai yang bersifat moralitas, namun juga menjadikannya sebagai fondasi keyakinan. Agama mensyarakatkan moralitas sebagai bagian iman secara keseluruhan. Tak ayal, moralitas yang ditekankan agama bersifat mengikat kepada setiap penganutnya.
Abul Qosim Al-Khu’i menegaskan, tanpa bantuan agama, dapat dipastikan bahwa nilai-nilai kebajikan atau moralitas tersebut niscaya akan kehilangan maknanya dan akan menjelma menjadi serangkaian nasihat belaka yang bersifat tidak mengikat. Dengan kata lain, nilai-nilai tanpa makna hanya bercorak nasihat tidak lebih dari sekedar anjuran atau seruan belaka, misalnya, diucapkan seorang sahabat karib kita, sementara kita sendiri bebas untuk menerima atau menolaknya.
Agama menjadi pegangan dan pedoman hidup. Al-qur’an merupakan pedoman hidup yang tidak pernah berubah setiap zaman. Meskipun terdapat berbagai perbedaan tafsiran dalam memahaminya, namun tidak pernah ada perubahan dalam kitab suci yang diyakini kebenarannya tersebut. Pada faktanya, manusia tidak dapat hidup tanpa adanya pegangan atau pedoman yang menjadi acuan dalam hidup. Karenya, ia akan cenderung berusaha mengisi hidupnya dengan cara dan jenis pedoman hidup apapun, meski pedoman tersebut beserta nilai-nilai yang dikandungnya itu keliru dan menyesatkan. Pada saat itu, kehidupan intelektualnya tidak diisi dengan keyakinan yang masuk akal dan ajaran yang sehat. Dalam keadaan demikian, agama dapat menjadi pegangan hidup dan intelektual dengan ajaran yang sehat dan mampu menyelamatkan seseorang dari dorongan kecenderungan ke arah kesia-siaan dalam menjalani kehidupan.
Selain memberikan pedoman hidup yang bersifat spiritual, agama juga mendorong kemajuan ilmu pengetahuan. Keyakinan agama mengajarkan kepada manusia bahwa pengetahuan tak terbatas merupakan sumber dari keteraturan alam yang berlaku di jagat raya ini (yang menjadi dasar dari teori ilmu pengetahuan), yang diibaratkan sebagai sebuah buku mahabesar yang dikarang seorang sarjana yang sangat cerdas. Setiap halamannya yang berisi serangkaian paragraf dan kalimat, mengandungi cahaya kebenaran yang mendorong kita untuk mempelajari dan merenungkannya.
Demikian peran agama yang telah menggerakkan peradaban manusia. Proses terbentuknya kehidupan manusia sepanjang sejarah hingga saat ini, tidak dapat dilepaskan dari peran agama. Dengan keimanan, agama telah mampu mengarahkan kehidupan manusia kepada kehidupan yang baik, berkemajuan dan keharmonisan.
Subhanallah teteh
BalasHapusSubhanallah teteh
BalasHapusTerimakasih ibuu💙
HapusKonseptual yang ditawarkan agama terkadang tak sampai kepada segelintir manusia. Manusia terkadang nyeleneh memang
BalasHapusNah semoga ini bisa jadi bahan muhasabah:)
HapusSelain jd orang pinter, kita juga hrs jadi umat yg beragama. Bagus nih tulisannya bisa mengingatkan ke jalan yg benar
BalasHapusWahh aamiin.
HapusSsmoga bermanfaat
Mantaap
BalasHapusMakasih a
HapusMantulll teh jadi banyak tau
BalasHapusWahh semoga bermanfaat ya
HapusBagus teh hh, semoga dengan adanya ini bisa dapet pahala bagi pembaca sama penulis, banyakin tentang agama ya teh hh, ya kaya remaja sama agama gitu buat pencerahan hahaha, lanjuuut teh
BalasHapusSiap siap wkwk.
HapusTar aku buka blog kajian ya wkwk
Lanjutkan teh
BalasHapusSiapppp
Hapussemoga agama tidak di salah gunakan
BalasHapusAamiin
HapusMasyaAllah ini baguus ã… ã…
BalasHapusAlhamdulillah ya.
HapusMakasih hehe
Mantappp vit
BalasHapusMakasih aamiin
HapusMantul ka vita makasih ilmunya lhoo😂
BalasHapusWah iya. Semoga bermanfaat.
HapusSama sama belajar ya kita
Keren vit
BalasHapuswah... keren semoga bermanfaat...
BalasHapusMantapp semoga bermanfaat 👌
BalasHapusMantapp 🖒
BalasHapusMantapp 🖒
BalasHapus